Pojok Mazyan

Amalan Ahli Surga masuk Neraka & Amalan Ahli Neraka masuk Surga, Elo..????? (__@@__)

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
♥……………………………………….Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ
Saya memulai membaca al-Fatihah ini dengan menyebut nama Allah.
Setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, seperti makan, minum, menyembelih hewan dan sebagainya. Allah ialah nama zat yang Maha Suci, yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi makhluk yang membutuhkan-Nya. Ar Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang ar Rahiim (Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah senantiasa bersifat rahmah yang menyebabkan Dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.

“Sesungguhnya ada orang secara LAHIRIAH terlihat berbuat AMAL AHLI SURGA, padahal ia AHLI NERAKA. Dan ada seseorang yang secara LAHIRIAH ia berbuat AMAL AHLI NERAKA, padahal ia AHLI SURGA” ( HR Bukhari & Muslim )

Ada sebuah kisah tentang seorang Alim Ulama & Pelacur yg dihadapkan ke Pengadilan ALLAH azza wa jalla di hari akhirat dimana mereka berdua dengan didampingi oleh malaikat atib & roqib menunggu keputusan Allah apakah akan dimasukkan ke dalam Surga atau Neraka.

Ketika giliran ‘Alim ulama’ tersebut, Allah swt memerintahkan malaikatul Malik, ‘ Wahai Malik, campakkan orang ini ke dalam Neraka Jahannam.’

Saudara/i Bingung bukan..?

Jangankan suadara/i…., sang Alim ulama tersebut pun bingung dan protes keras dengan mengatakan:
“Wahai Allah..ketika hamba-Mu hidup di dunia, hamba byk melakukan amalan2 shaleh, yg wajib maupun yg sunnah, kenapa Engkau campakkan hamba ke dalam Neraka Jahannam.???

Protes sang ulama tersebut ‘diamini’ pula oleh kedua malaikat yg senantiasa mencatat amalan2 baik ataupun buruk seorang manusia 24 jam sehari semalam nonstop yaitu malaikat atib & roqib.

Kemudian Allah mengatakan kepada kedua malaikat tersebut..
“AKU lebih tau apa yg tidak kalian ketahui…”

Kemudian ketika giliran sang pelacur tersebut disidangkan, Allah memerintahkan kepada Malaikat Ridwan: “Wahai Ridwan…bawalah perempuan ini masuk ke dalam Surga-KU.”

Elo…bukankah dia seorang pezina..?? Makin bingung bukan.??

Kedua malaikat yg senantiasa mendampingi hidup sang pelacur tersebut juga mempertanyakan hal yg sama dengan membuka ‘buku catatan Amal” sang pelacur tadi..dimana lebih banyak catatan amal yg negatif (Maksiat) daripada yg positif (amal shaleh).

Kemudian Allah swt mengatakan kepada kedua malaikat tadi: “AKU lebih Tau apa yg kalian tidak Ketahui..”

PERTANYAAN KITA BERSAMA ADALAH..MENGAPA DEMIKIAN..????
——————————————————————————–
Ternyata, dalam melakukan KETAATAN kepada Allah swt, sang ‘Alim Ulama’ tersebut terbersit/terselip dalam hatinya sikap UJUB & SOMBONG, walupun sebesar biji dzarah, dan “MERASA’ bahwa dengan amalan2nya, pasti akan menghantarkannya ke SURGA-NYA Allah..

Sedangkan sang pelacur tadi, malaupun dalam melaksanakan ‘KEMAKSIATAN’ kepada Allah dalam kehidupannya sehari2 ( dengan ‘KEADAAN TERPAKSA’ karena Beban Hidup yg harus ditanggungnya..)tetapi dalam Hatinya yg terdalam.. ada terbersit rasa Berdosa dan dia senantiasa MENGHARAPKAN PENGAMPUNAN Allah, tetapi Takdir kematian mendahuluinya sebelum dia sempat bertaubat.

APA HIKMAH di balik kisah diatas..??
————————————————–

Dari kisah diatas, ternyata apa yg diketahui ALLAH yg tidak diketahui malaikat atib & raqib yg senantiasa mencatat amalan2 baik & buruk kita adalah NIAT yg tersimpan atau terbersit dari hati kita yg terdalam.

Allah lah yang MAHA TAU apapun yg menjadi NIAT kita dalam beribadah…

Bukankah Setiap Amal Tergantung Niatnya..????

Diterima/sah atau tidaknya suatu amal tergantung pada niatnya. Demikian juga setiap orang berhak mendapatkan balasan sesuai dengan niatnya dalam beramal. Dan yang dimaksud dengan amal disini adalah semua yang berasal dari seorang hamba baik berupa perkataan, perbuatan maupun keyakinan hati. (Harap Baca Note ana tentang NIAT)

Bukankah Allah hanya MENERIMA amal2 yg NIAT nya LILLAHI TA’ALA..??

Ketika kita merasa ‘CUKUP’ dengan KEMAMPUAN diri kita dalam menunaikan kewajiban2 dan amal2 shaleh, tanpa disadari kita telah ‘MELUPAKAN’ Hakikat dari makna ” laa hawla wala quwwata illabillahil ‘aliyil ‘azim” dan merasa bahwa dengan kemampuan diri kita sendirilah kita akan mendapat balasan surga-Nya.

Disaat itulah..akan timbul sifat UJUB & SOMBONG yg muncul terkadang tanpa disadari.

Teringat sabda Rasulullah saw:
Tiada masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat sebesar biji sawi dari kesombongan. (HR. Muslim)

Keagungan adalah sarungKu dan kesombongan adalah pakaianKu. Barangsiapa merebutnya (dari Aku) maka Aku menyiksanya. (HR. Muslim)

Barangsiapa membanggakan dirinya sendiri dan berjalan dengan angkuh maka dia akan menghadap Allah dan Allah murka kepadanya. (HR. Ahmad

Sedikit ilmu lebih baik dari banyak ibadah. Cukup bagi seorang pengetahuan fiqihnya jika dia mampu beribadah kepada Allah (dengan baik) dan cukup bodoh bila seorang merasa bangga (ujub) dengan pendapatnya sendiri. (HR. Ath-Thabrani)

Pada saat itu..”Hilanglah’ sikap seorang ‘HAMBA’ dimata KHALIQ-NYA”

Bukankah seorang HAMBA adalah seseorang yg senantiasa merasa lemah tak berdaya bagaikan seorang bayi yg senantiasa MEMBUTUHKAN kasih sayang & pertolongan orangtuanya..???

Lupakah kita hadits rasulullah saw berikut ini:

Seorang masuk surga bukan karena amalnya tetapi karena RAHMAT Allah Ta’ala. Karena itu bertindaklah yang lurus (baik dan benar). (HR. Muslim)

Sedangkan bagi sang pelacur, dihatinya yg terdalam timbul rasa PENYESALAN dan KETIDAK BERDAYAAN ketika melakukan maksiat sehingga dia senantiasa berdoa dan berharap akan PERTOLONGAN & PENGAMPUNAN Allah.

Niat seorang mukmin lebih baik dari amalnya. (HR. Al-Baihaqi dan Ar-Rabii’)

Manusia dibangkitkan kembali kelak sesuai dengan niat-niat mereka. (HR.-Muslim)

Bukankah semestinya itu sikap seorang HAMBA..??

LAA HAWLA WA LA QUWWATA ILLAH BILLAHIL ALIYIL ADZIM…..

“Tiada daya untuk dapat MENGHINDAR dari MAKSIAT dan Tiada upaya untuk bisa MENTAATI Allah…KECUALI dengan IZIN & PERTOLONGAN ALLAH…”

Pertanyaan kita bersama adalah…??
Bagaimana seharusnya kita berupaya untuk selalu mendapatkan pertolongan Allah.??

Jawabannya adalah:
Jadilah diri kita sebenar2nya HAMBA yg senantiasa MERASA tdk mampu dan berdaya dihadapan-NYA, yang senantiasa mengharapkan PERTOLONGAN-NYA.

Subhanallah…..

Itulah makna dari hadits yg telah saya kemukakan diatas:

“Sesungguhnya ada orang secara LAHIRIAH terlihat berbuat AMAL AHLI SURGA, padahal ia AHLI NERAKA. Dan ada seseorang yang secara LAHIRIAH ia berbuat AMAL AHLI NERAKA, padahal ia AHLI SURGA” ( HR Bukhari & Muslim )

Semoga kita semua termaksud Ahli surga dengan melakukan amal2 shaleh tanpa ada sifat ujub, sombong & merasa mampu dengan ‘kemampuan’ diri sendiri sehingga melupakan ‘ketidakberdayaan’ diri sebagai seorang HAMBA ALLAH & RAHMAT-NYA. InsyaAllah..amin ya robbal’alamin

Subhanallah…walhamdulillah..walailahaillaallah..Allahu Akbar..
walahawla wala quwwata illabillahil ‘aliyil ‘adziim.

Semoga Bermanfaat…

Leave a Reply